Neh postingan buat yg sudah nikah yah hehehe...
Banyak kita dapati kasus perceraian disebabkan keegoisan suami dalam urusan ranjang. Dimana suami hanya mencari kesenangannya sendiri tanpa memikirkan apakah istri sudah puas / belum. Tidak dibenarkan pula dengan dalih meraih kepuasan melakukan praktik2 seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi. Dalam jima suami istri wajib mendapatkan kepuasan bersama (orgasme) Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib. Seperti kisah yg terjadi dibandar lampung baru2 ini seorang istri selingkuh gara2 suami memakai gotri didalam senjatanya dengan dalih memuaskan istri, yg ternyata malah istri merasa tersiksa dan kesakitan setiap melayani suami. Bukan kepuasan malah penderitaan yg di dapat sang istri. Sehingga terjadilah istri selingkuh dgn pria lain. Makanya buat suami jangan mau puas sendiri. Dalam ajaran Islam juga diatur bahwasannya seorang suami tidak boleh egois, asal enak dan nikmat sendiri ketika berhubungan badan. Si suami juga harus memperhatikan apakah si isteri sudah mencapai kenikmatan yg maksimal ketika berhubungan badan atau belum. Apabila si suami, (maaf) hendak orgasme dan mencapai kenikmatan puncak, sementara si isteri belum, maka Rasulullah saw mengajarkan agar si suami bersabar dan menahan orgasmenya sampai si isteri betul-betul merasakan kenikmatan yang sama. Dalil larangan egoisme suami dalam "bercinta" ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Artinya: "Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw bersabda: "Apabila seorang suami menggauli isterinya, maka jujurlah kepadanya (maksudnya, mungkin terus teranglah). Apabila si suami akan segera mencapai kenikmatan (orgasme) sementara si isterinya belum akan orgasme, maka si suami tidak boleh menyegerakan orgasmenya (maksudnya tahanlah sebentar), sampai si isteri betul-betul merasakan kenikmatannya (orgasme)" (HR. Abu Ya'la).
Buat suami atau istri jangan malu2 mempraktekkan bermacam tehnik pemanasan, yg penting tidak ditempat yg dilarang syariat sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa taa'la yg artinya:
"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. " [Al-Baqarah: 223]
Hikhikhik asyex geboy geboy tinggal sorong
Semoga ada manfaatnya...
Nb: dikutip dari beberapa sumber dengan banyak penambahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar