Selamat datang di blog sederhana ini, saya akan membagi sedikit pengalaman dalam berternak jangkrik, dewasa ini semakin maraknya penghobi burung dan peternakan burung kebutuhan akan pakannya pun semakin meningkat baik itu kroto, ulat hongkong, cacing tanah dan juga jangkrik.
Terutama jangkrik seolah-olah menjadi pakan wajib bagi burung kicau, sehingga kebutuhan akan jangkrik terus meningkat seiring menjamurnya penghobi burung kicau dan peternakan burung menjadikan usaha ternak jangkrik ini sangat menjanjikan.
Tahap awal dalam beternak jangkrik adalah menyiapkan sarana berkembang biak bagi jangkrik itu sendiri yaitu kotak yang terbuat dari triplek berbentuk segi empat dengan bagian atas dilakban 2 baris dan harus ditutup pake kasa atau kawat ram yang kecil, ukuran bisa menyesuaikan tempat yang ada, bisa p×l×t 244×122×61 atau 180×100×61 atau juga 122×61×61 pokoknya disesuaikan dengan ruang yang kita miliki untuk beternak jangkrik tersebut.
Kedua yang harus kita perhitungkan adalah ketersedian pakan jangkrik yang berupa vour 511 atau BR 1 yang digiling halus dan pakan sayurannya berupa kangkung, sawi, bayam, daun singkong dan lain berupa sayuran.
Untuk ukuran kotak 1 triplek full 244×122×61 kita dapat mengisi telur jangkrik setengah kilogram.
Dalam berkembang jangkrik butuh pakan yang seimbang dan berlimpah antara vour dan sayuran harus imbang tidak boleh salah satunya lebih, berakibat jangkrik akan kanibal atau melompat dari tempat pembesarannya.
Setiap hari kotak pembesaran jangkrik perlu disemprot halus untuk mempercepat pembesarannya, kalau dilakukan dengan rutin umur 27-40 hari jangkrik sudah dapat dijual kepasaran. Demikian catatan kecil saya dalam beternak jangkrik, selamat mencoba....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar